Search

 

Kamis, 12 April 2012

Wanita Super bukan menjadi Super Women

Sekarang adalah zaman informasi dan teknologi dimana segala sesuatunya berubah menjadi sangat mudah dan sangat cepat. Penggunaan komputer mengurangi pekerjaan rutinitas dan teknologi modern mengganti penggunaan tenaga manusia dengan tenaga mesin. Namun....urusan rumah tangga masih tetap dikerjakan oleh seorang wanita, mulai dari masak-memasak, bersih-bersih, mendidik anak, dan pijat memijat. Mungkin pekerjaan itu diurus oleh seorang suster atau pembantu rumah tangga, namun mereka tetaplah seorang wanita.
gadis idaman
Mereka Super Woman, namun bukan ini maksud saya....
TIDAK SEMUANYA INSTAN
Jika saya simpulkan menjadi satu kata, hasil dari kemajuan teknologi itu adalah “kemudahan”.  Mengirim surat ke negara lain hanya membutuhkan sebuah komputer dan sambungan internet, berbicara dengan orang lain yang berada di belahan bumi lain hanya membutuhkan sebuah ponsel yang besarnya tidak lebih dari botol air mineral, atau membeli sebuah buku melalui toko online yang pembayarannya juga dengan sistem online juga. Sesuatu yang dulunya memerlukan waktu berhari – hari bisa dikerjakan dalam waktu berdetik-detik, rapat yang dulunya menuntuk kehadiran beberapa orang di suatu tempat, sekarang ini dapat dilakukan di dunia maya dimana pesertanya berada di beberapa tempat yang berbeda. Mengirim suatu barang ke tempat lain cukup menggunakan telepon dan beberapa saat kemudian seorang kurir mengambil barang tersebut untuk kemudian tiba di tujuan dalam hitungan jam atau hari tergantung jauh dekat lokasinya. Kita yang berada di kota besar begitu dimanja dengan kemudahan – kemudahan ini, namun seringkali kita tidak menyadarinya.
Sebaliknya, kita menjadi jengkel atau frustasi ketika PLN mati atau PAM berhenti mengalir di rumah kita. Istri saya paling sering ngomong, “Kita wes bayar tapi listrik mati, air mati, gitu gak diganti rugi !” ketika kejadian tersebut menimpa rumah kami. Lalu, mulailah saya menimba air dari tandon dan menuangkan ke bak kamar mandi kita, mulai menghabiskan makan dan minuman yang ada di kulkas, membuka jendela kamar supaya menjadi lebih dingin, dan mengganti lilin tiap 4 jam sekali. Jangan diteruskan deh....bakalan banyak daftarnya...padahal cuman lampu mati, tapi kerepotan yang kami berdua dapatkan cukup banyak. Untungnya kita masih hidup di kota yang banyak mal, sehingga bisa “ngisis” sampe lampu kembali menyala dan air mulai mengalir.
Dunia yang kita tempati saat ini memang memberikan banyak kemudahan dan juga kesenangan. Tanpa kita sadar, kita menjadi tergantung dengan fasilitas tersebut. Ketika kemudahan – kemudahan tersebut hilang untuk beberapa waktu, kita menjadi impoten alias tidak bisa berbuat apa-apa. Bagi saya, masalahnya cukup jelas, kita dibesarkan dengan banyak fasilitas. Kita tidak pernah diajari atau dilatih hidup tanpanya. Ketika segala sesuatu yang instan berubah tidak instan lagi, siap-kah kita menghadapinya ?
WANITA SERBA BISA
Wanita diciptakan Tuhan sebagai seorang penolong bagi laki-laki. Apakah ini berarti bahwa seorang laki-laki diciptakan sebagai seorang bos ? Dan sebaliknya, si wanita ditakdirkan untuk menjadi pembantu ? Secara harafiah mungkin betul, namun ijinkanlah saya untuk mengajak anda melihatnya dari sisi iman saya.
Pada mulanya, Pencipta alam semesta ini menciptakan seorang manusia yang berjenis kelamin laki-laki untuk menguasai dan mengelolah dunia ciptaanNya. Saat itu, Tuhan semesta alam melihat segala sesuatunya sempurna. Ada yang menjadi atasan, dan juga ada yang menjadi bawahan, ada yang mengelolah dan juga ada yang dikelolah. Binatang – binatang diciptakan berpasangan kecuali manusia itu sendiri. “Rasanya ada yang kurang dari manusia itu, ” pikir sang Pencipta. Maka Ia menciptakan pasangan manusia laki-laki itu dari tulang rusuknya. (Jadi muncul pertanyaan dalam pikiran saya, apakah binatang perempuan juga diciptakan dari tulang rusuk binatang laki-laki ? Silahkan ikuti link berikut ini). Tujuan penciptaan perempuan itu adalah menjadi seorang penolong bagi laki-laki dan harus sepadan, sederajat atau se-level gitu loh.
Berbicara mengenai tolong menolong, maka kita mesti mengerti arti kata tolong, penolong, menolong, dan lontong. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, tolong adalah ….
Sampai di sini, pembicaraan kita akan berlangsung lebih relatif, lebih menurut pendapat kita masing – masing. Anda boleh mempunyai pandangan yang sama dengan saya ataupun berbeda dari saya. Semuanya benar dan semuanya baik, tidak ada yang salah ataupun lebih benar. Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman saya, semoga anda mau untuk menikmat racun nikmat dari saya....he..he...he...
WANITA LUAR BIASA
Mama saya merupakan anak ke-empat dari lima bersaudari. Kalau orang Jawa bilang, “Pendawi limo” artinya lima wanita bersaudari. Masa kecil mama saya termasuk tidak menyenangkan, ditinggal mati oleh papanya semaktu masih berumur belasan tahun. Sering berpindah – pindah rumah karena tidak bisa bayar kontrakan. Makan buah hanya ketika sakit saja, makan enak apapun selalu dibagi berlima. Yang lebih memperparah, Mamanya mama saya (emak) itu baterainya kuat, Kalau ngomel bisa berminggu-minggu...
Super Woman
Bersama wanita - wanita istimewa dalam hidupku
Setelah menikah dengan papa saya, langsung merantau ke luar pulau untuk mencari sesuap nasi dan masa depan. Mama sering menceritakan pengalamannya waktu di Ambon. Naik kapal kecil yang diombang – ambingkan ombak sampe muntah – muntah, makan daging sapi yang ternyata adalah daging anjing, bertamu ke rumah orang pada waktu jam makan malam (supaya diajak makan sekalian...he...he...he...emang papa saya otaknya ciaaamiiik....) buang air besar di kali, mandi di kali juga, dan berjalan ke sana kemari.
Pulang merantau, mama dan papa saya mendirikan pabrik pertamanya, pabrik kompor.
Karena kurang modal, maka ongkos tukang batu di-irit. Sebagai gantinya, mama saya ikut angkat – angkat batubata, pasir, semen, genteng, dan lainnya. Saya kurang mengerti mengenai sejarah berdirinya pabrik ini karena masih belum lahir. Yang masih ada dalam ingat saya saat ini, pabrik ini cukup menguntungkan karena saya punya truk, mobil mercy dan bathtub ! Kemudian, seiring dengan bertambahnya usia saya, pabrik kompornya diganti dengan pabrik trafo, pabrik roda kursi sofa, dan terakhir pabrik ring.
Pernikahan kedua orangtua saya tidak berjalan mulus. Kalau tidak salah, waktu saya menginjak kelas 6 SD, mama dan papa saya bercerai. Sebabnya adalah WIL. Saya hidup dengan mama saya, sedangkan kakak saya hidup bersama papa saya beserta dengan WIL-nya. Untungnya, papa saya termasuk orang tua yang bertanggungjawab. Biaya sekolah saya masih ditanggungnya sampai saya lulus kuliah. Untuk kebutuhan hidup sehari – hari, mama saya harus bekerja. Mulai dari membuat hiasan kue, bikin kue keju (yang masih tetep tersohor hingga saat ini), jadi supir antar-jemput, dan segala yang menghasilkan uang. Untuk urusan bersih – bersih rumah, saya dan mama saya berbagi tugas. Mama menyapu, saya mengepel, mama memasak saya yang makan (he...he...he...)
Tiga tahun kemdudian, kakak laki-laki saya memutuskan untuk tinggal bersama kami. Entah karena frustasi atau efek broken-home, kakak saya menjadi seorang anak yang liar. Suka berantem, bolos sekolah, mabok-mabokan, ngepil-ngepilan, nyabu-nyabuan, balap-balapan, WIL-WILan, dan semua yang berbau kesenangan dunia. Klop sudah beban hidup mama saya. Dikhianati orang yang dicintainya, anak yang nakal, hidup pas-pasan, dan ditipu orang. Dan saat itu pula, mama mengangkat seorang anak perempuan dari familinya.
Saat ini, di usia saya yang menginjak angka tiga, mama saya lebih menikmati hidupnya. Saya sudah berkeluarga dan dalam proses memproduksi wapan kecil. Kakak laki-laki saya juga sudah berkeluarga dan berhenti dari kegiatan – kegiatan yang tidak bermanfaat tadi. Sedangkan kakak (angkat) perempuan saya tinggal bersama suaminya dan dikarunia tiga orang jagoan yang ganteng – ganteng. Akhir yang bahagia bagi mama saya, begitu juga buat saya.
WANITA SUPER
Menjadi seorang laki-laki atau seorang perempuan bukanlah pilihan kita, tetapi kehendak TUHAN. Jika saat ini anda ditakdirkan menjadi seorang perempuan, bersyukurlah, karena itu adalah panggilan dari Yang Kuasa. Saya bersyukur karena mempunyai figur seorang wanita yang luar biasa, yang lebih hebat dari seorang laki-laki. Memasak, bekerja, membesarkan anak, mendidik anak, memperbaiki yang rusak, mengemudi motor atau mobil, menjadi kuli bangunan, dan melakukan semua yang diperlukan tanpa mengharapkan balas jasa.
Mempunyai istri seperti itu adalah dambaan dan harapan saya, mungkin juga harapan laki-laki di dunia ini. Seorang wanita yang mandiri, dewasa, cerdas, dan kuat, apalagi cakep plus sexy....waaaah......indahnya hidup ini....senangnya...ha...ha...ha...ha...
Ayo...yang merasa wanita, jadilah seorang penolong bagi laki-laki. Bangunlah dari tidurmu, dan jadilah wanita istimewa, wanita dambaan semua pria.

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2012 Portal Info | Diberdayakan oleh Blogger.com | Google
Didukung oleh Social Bookmark | Diamond Rings | Portal Hiburan Indonesia | Askep | View Web ID | Miomimo | Nikon D800 | Click the Squares | Kaskus Beta | Hotel Murah di Bali via KlikHotel.com